Pada dasarnya cewek dikenal sebagai orang yang lebih teliti dibandingkan cowok. Nggak heran kalau sudah berkeluarga, mereka dijuluki sebagai menteri keuangan dalam rumah tangga, bahkan bendahara juga banyak juga yang perempuan. Tapi, disisi lain, ada 4 kesalahan yang biasa cewek lakukan soal urusan keuangan.

  1. Cewek cenderung nggak tegaan, jadi kadang juga suka mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri

Sifat dasar cewek yang lembut dan suka pake perasaan ini yang bikin apa-apa jadi ngga tegaan. Sudah punya niat untuk save sekian rupiah, tiba-tiba adik minta dibeliin sesuatu atau ada temen yang mau pinjem dulu bentar. Yang harusnya aman ditabungan buat beli skincare jadi pindah deh buat oranglain. Intinya disini kamu perlu meneguhkan niat dan memposisikan finansialmu.

  1. Cewek perlu belajar financial thingsMau Ibu Rumah Tangga atau Wanita Karier tapi kudu bisa ngatur penghasilanmu

Ngga mau kan uang baru masuk habis gitu aja dan tenang-tenang aja nungguin gaji berikutnya. Kamu harus bisa memposisikan penggunaan uang yang kamu pegang, untuk kebtuhan sehari-hari, sisihkan tabungan dan investasi, dan ada yang harus disimpan untuk kebutuhan tak terduga.

  1. Uang rutin masuk tapi ngga ada tabungan.

Merasa aman dengan penghasilan yang selalu cair akhir bulan adalah kesalahan besar. Apalagi benda-benda yang kamu beli tidak ada nilai investasinya. Kamu bisa datang ke financial planner atau advisor di bank tempat kamu biasa menabung, sekedar berkonsultasi atau mau otodidak dari info soal keuangan juga bisa, agar penghasilanmu bertahun-tahun ngga lewat doing.

  1. Banyak jenis investasi, nggak cuma beli emas atau tanah aja.

Jangan berpikiran terlalu dini buat investasi, justru disini investasimu bisa semakin naik harganya dan semakin matang untuk bisa kamu nikmati di hari tua. Dan juga jangan berpikiran untuk berpikiran ‘nanti kan bakalan ada suami yang menanggung’. Investasi nggak ada ruginya kok, selain tanah dan emas, kamu bisa memilih investasi ruko, apartemen, kos-kosan, atau deposito di bank, saham, dan lainnya.