Kalau kamu sering lihat baliho penjualan rumah yang mencantumkan harga rumah sekain, atau DP sekian, cicilan sekian, kamu juga harus menyiapkan dana lebih dari angka itu. Apalagi jika kamu mengajukan KPR pasti biaya-biaya lainnya muncul. Ini biaya yang perlu kamu siapkan saat kamu ajukan KPR      :

DP (Down Payment)  —  DP biasanya diawali dengan dana UTJ dulu atau Uang Tanda Jadi, dimana ketika kamu bayar UTJ, akan memotong angka DP yang sudah ditentukan. Angka DP yang harus kamu bayarkan bervariasi, tergantung prosentase Antara 10% – 30% dari harga rumah. Tetapi angka ini juga tergantung pihak bank dan juga pengembang perumahan. Beberapa pengembang perumahan memberikan promo khusus dengan memberikan keringanan DP hanya 5% dan sebagainya. Maka dari itu, kamu perlu cermat buat milih pengembang dan bank pengajuan KPR.

Biaya Provisi  —  Biasanya biaya provisi ditentukan sebesar 1% dari total kredit yang disetujui bank. Jika kamu membeli rumah pertama senilai Rp500 juta dan bank menyetujui kredit sebesar Rp530juta, maka biaya provisinya 5,3 juta.

Biaya Asuransi Jiwa dan Kerugian  —  Jumlah yang bisa kamu klaimkan tergantung jenis asuransi kerugian yang diambil ya, apakah kamu hanya ambil manfaat pokok atau membeli manfaat perluasan perlindungan. Besaran premi kedua asuransi ini tergantung usia, jangka waktu pinjaman, dan juga besar pinjaman pengajuan KPR. Artinya, semakin lama jangka waktu dan besar jumlah pinjaman KPR atau semakin tua usia kamu mengajukan KPR maka semakin besar biaya asuransi yang harus dibayar mengingat risiko yang harus ditanggung oleh bank juga semakin besar.

Biaya Notaris  —  Besarnya biaya notaris tidak sama. Umumnya tergantung pada lokasi perumahan dan juga notaris yang menjadi rekanan bank. Ada juga bank yang memasukkan biaya notaris ke dalam biaya administrasi yang mereka tentukan sehingga pembeli tidak perlu lagi mengeluarkan biaya notaris.

Biaya Administrasi dan Appraisal  —  Besaran biaya administrasi dan appraisal berbeda setiap bank. Besaran biaya BPHTB diatur oleh pemerintah pusat dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2000. Dalam aturan tersebut, pemerintah menurunkan biaya BPHTB yang semula 5% menjadi 1%. Tapi, dalam penerapannya belum semua pemerintah daerah menurunkan biaya BPHTB tersebut, boleh jadi biaya BPHTB yang dikenakan tiap daerah berbeda. Setidaknya siapkan biaya BPHTB 1% – 5% dari harga rumah yang kamu beli.

Ketika semua biaya tambahan sudah beres, lanjut deh bayar cicilan per bulannya. Cicilannya ini juga mestinya sudah ditentukan oleh bank ya, tergantung harga rumah yang diappraisal bank yang kamu beli.