Masyarakat kini sudah menerapkan transaksi keuangan dengan metode non-tunai atau cashless, mulai dari pembayaran shopping, resto, hingga transportasi e-toll, bus trans, dan sebagainya. Sadar atau tidak, saat membelanjakan uang tunai, kamu biasanya ‘sakit’ untuk mengeluarkan uang dari dompet alias sedih karena lembaran uang berkurang. Namun, dengan non-tunai, kamu tinggal swipe kartu, tap barcode, atau click saja langsung bisa transaksi. Jika tidak dikelola, keuanganmu bisa terganggu. Ada beberapa tips untuk kamu yang menerapkan cashless living¬† :

Memilah Penggunaan Non-tunai Sesuai Anggaran Bulanan

Mengalokasikan kartu debit dan aplikasi pembayaran sebagai alat transaksi untuk pengeluaran rutin seperti belanja bulanan, makan harian, isi bensin, dan lainnya. Setelah gajian, masukkan ke rekening atau aplikasi terpisah yang memang ditujukan untuk pos pengeluaran rutin. Bagi penghasilan menjadi 3 hal : hidup rutin (Living) 50%, tabungan dan investasi (Saving) 30%, serta bersenang-senang (Playing) 20%.

Menggunakan Dompet Elektronik Untuk Transaksi Gaya Hidup.

Menggunakan dompet elektronik baiknya hanya digunakan untuk transaksi sekunder seperti jajan, nonton, dan lainnya. Gunakan sebagai kebutuhan playing dan hanya kamu isi di awal bulan saja, agar kamu tau kebutuhan bulananmu untuk playing berapa dan sisa saldo berapa.

Tidak Mudah Tergoda Untuk Mencicil Gaya Hidup

Era cashless ini banyak banget pinjaman online yang ditawarkan. Jangan memaksakan diri kamu untuk sedikit-sedikit pinjam uang. Kamu harus bisa mengatur dan menahan diri sesuai kebutuhan dan finansialmu. Kalau kamu masih punya tanggungan pinjaman KPR, maka batas maksimal pinjaman online hanya 10% dari penghasilan bulananmu.

Tabung Kelebihan Dana atau Sisa Tiap Anggaran

Kalau kamu punya cashback, atau harga promo dari harga normal sebaiknya kamu alokasikan untuk ditabung. Jangan malah gaya hidupmu yang semakin meningkat karena saldo masih banyak.