Apakah kamu golongan generasi Z? Anak kelahiran 1998-2010. Karakter anak GenZ dianggap berpikir terbuka, semangat bekerja, dan melek teknologi. Disini kamu perlu belajar dari generasi Y atau dikenal generasi millennial. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan gen milenial diantaranya :

Komunikasi Kurang Tepat

Kemampuan komunikasi Gen Millenial dinilai kurang baik. Sebagian dari mereka lebih suka berkomunikasi dengan rekan dan atasan melalui email atau aplikasi chatting lainnya. Hal itulah yang membuat cara berkomunikasi tidak terlatih. Komunikasi yang kurang baik dan kurang intens membuat relasi dengan rekan kerja juga tidak harmonis.

Mengabaikan Senioritas

Senioritas dalam konteks ini meunjukkan keadaan seseorang yang lebih tinggi baik di bidang pengalaman, pangkat, atau usia. Gen Y banyak menganggap senioritas adalah hal yang buruk, sehingga menimbulkan kurangnya rasa hormat pada orang-orang yang levelnya berada di atas mereka. Selama ini, senioritas dianggap sebagai “alat” untuk memperdaya junior dengan cara negatif. Ubahlah pemikiran itu dan jadikan adanya senior sebagai semangatmu bekerja dan meraih jenjang.

Kurangnya Pengendalian Emosi

Karakter Gen Millenial yang buruk dalam berkomunikasi kadangkala berakibat juga pada emosi yang tak terkontrol. Biasanya, setelah mengalami hal yang tidak menyenangkan di tempat kerja, sebagian dari mereka akan menjadikan media sosial sebagai buku harian, di mana mereka akan menumpahkan seluruh keluh kesah di sana. Dari sini kamu bisa belajar untuk jadi  pribadi yang profesional, kamu harus tau posisi pribadi dan bekerja.

Menunda Tugas

Gen Y seringkali mengentengkan tugas yang diberikan, dan menunda pekerjaan, mereka suka mengerjakan nyaris mendekati deadline. Gen Z harus pandai dalam mengatur waktu untuk mengerjakan agar tidak tertunda, toh jika pekerjaan sudah selesai di awal, waktu hingga deadline bisa kamu gunakan untuk aktivitas lainnya, bukankah kamu akan lebih tenang jika tugas sudah selesai?

Terlalu Perfeksionis

Sikap perfesionis memiliki sisi baik dimana pekerjaanya akan minim sekali kesalahan, namun jika dikerjakan terlalu perfeksionis, kamu membutuhkan waktu yang lebih lama karena terlalu sering mengoreksi hingga sampai benar-benar menurutmu tidak ditemukan kekeliruan lagi. Cukup dengan perfeksionis ya, jangan terlalu.

Meninggalkan Kantor Setelah Bekerja/Langsung Pulang

Gen Y seringkali begitu pekerjaan selesai bergegas untuk pulang. Namun sisi negatifnya, disini kamu tidak punya waktu bersama teman-teman disekelilingmu. Berkumpul dan berinteraksi setelah bekerja sebenarnya bisa membuatmu melepaskan penat, saling berbagi, dan membuka pengetahuan baru. Kalau kamu selalu bergegas pulang, tak salah jika atasan akan menganggap kamu orang yang tidak memiliki passion dalam pekerjaan yang dijalani. Coba sesekali luangkan waktu sedikit atau lebih lama di tempat kerja, atau diluar tempat kerja. Waktu tersebut bisa kamu gunakan untuk mengecek pekerjaan atau hanya sekadar ngobrol santai dengan sesama rekan. Jadilah Generasi Baru yang lebih produktif dan terbuka agar terbangun hubungan baik dan menambah pengetahuan dan link dengan orang-orang di sekitarmu.