Menurut penilaian dari Bea Cukai, setiap perusahaan yang memiliki fasilitas Kawasan Berikat (KB) dikelompokan dalam 4 kategori, diantaranya adalah kategori A, B, C, dan D. Pengelompokan kategori ini berdasarkan pendayagunaan IT Inventory dalam suatu perusahaan dan sebagai tingkat kepatuhan Bea dan Cukai yang mana sudah tercantum di PER-09/BC/2014 yang dikeluarkan oleh Bea Cukai. Dengan adanya sistem IT Inventory ini dapat memudahkan sistem pencatatan keluar masuk suatu barang. Selain itu juga, sistem ini dapat mengurangi kesalahan saat dilakukan audit kepabeanan.

Kategori A

Kategori A adalah kategori yang paling tinggi dalam penilaian Bea Cukai. Perusahaan Kategori A hanya mempunyai 1 sistem dimana pencatatan akuntansi dan persediaan barang tersedia hanya dalam 1 sistem.

Kategori B

Kategori B adalah perusahaan yang memiliki 2 sistem yang terdiri dari 1 sistem untuk akuntansi dan system satunya untuk persediaan barang. Perusahaan Kategori B tergolong perusahaan yang baik dibandingkan dengan perusahaan kategori C, meski sama-sama dua sistem kategori B datanya telah terintegrasi satu dengan lainnya.

Kategori C

Perusahaan yang tergolong kategori C adalah perusahaan yang sudah memiliki 2 sistem, yaitu ERP dan IT inventory. Hanya saja, sistem IT Inventorynya belum terintegrasi dengan sistem akuntansi. Maka dari itu, perusahaan harus melakukan double input (dua kali pemasukan) yang dapat menguras waktu lebih lama.

Kategori D

Kategori D adalah kategori yang dimiliki perusahaan yang IT inventorynya hanya dilakukan untuk melakukan pencatatan persediaan barang ketika barang masuk dan barang keluar. Selain itu, perusahaan kategori ini memiliki kemungkinan besar menggunakan Ms. Excel dalam melakukan pencatatan sehari-hari.